Minggu, 15 Desember 2019

KHAREDOK ( KHUSUS RENUNGAN DOKTRIN )
KEJADIAN 6:11-12
Mengapa Tuhan ingin memusnahkan bumi dengan segala isinya kecuali Nuh dan keluarganya beserta binatang-binatang yang dipilih? Paling tidak ada 3 atau 4 alasannya.
1. Bumi telah RUSAK dihadapan Tuhan
Rusak artinya berantakan, bisa juga berarti tidak berbentuk seperti sebelumnya.Susah dikembalikan kebentuk asalnya.Sulit diperbaiki. Kalau lihat dari konteks ayatnya ini tidak menunjukan kepada bencana alam yang terjadi pada masa itu tetapi ada hal yang lain.
2. Penuh dengan KEKERASAN
Nah kelihatannya ini menunjuk kepada perbuatan atau kelakuan manusia pada zaman itu. Pada ayat 5 dipasal ini jelas dikatakan disana bahwa kejahatan manusia BESAR di bumi, kecenderungan hatinya selalu berbuat kejahatan semata-mata. Hampir tidak ada yang berkelakuan baik atau berkenan kepada Tuhan.
3. Sungguhlah RUSAK BENAR
Kerusakan manusia itu sangat parah. Mereka tidak menganggap bahwa Tuhan itu ada dan melihat kebejatan mereka. Mereka menganggap enteng kekuasaan Tuhan. Mereka ngga peduli dengan Tuhan. Mereka semaonya sendiri melakukan apa Ajah.
4. Manusia telah MERUSAK JALAN HIDUPNYA(ILT)
Jadi kerusakan kelakuan manusia itu bukan disebakan dari pihak Tuhan tetapi memang dari kecenderungan hati manusia itu sendiri yang ingin merusaknya. Pantaslah Tuhan sebagai pencipta menyesal dan kecewa sekali melihat bahkan sampai menilik kebejatan manusia dan memutuskan untuk memusnahkannya.
KESIMPULAN
Manusia bejat dan rusak kelakuannya itu atas kemauannya sendiri bukan karena Tuhan yang membuatnya jadi bejat. Manusia tidak bisa menyalahkan Tuhan atas kebejatan mereka dan membela diri dengan menyalahkan Tuhan yang menciptakan mereka apa pun alasannya.
Sebelum Tuhan menjatuhkan hukuman kepada kita maka janganlah melakukan kebejatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar